Skip to main content

Posts

bernafas sejenak

Am I really the only one who's been wanting to hide out from the sun and run? 子供のころ、大きくなったら大学に行って、普通に卒業して、普通に仕事して、二十五ぐらい結婚するかなあと思ってた。なのに今私は .......... Dalam keheningan, aku selalu berpikir mengapa aku selalu hidup dengan cara yang menyedihkan. Tidak berani berkata tidak untuk hal yang tidak diinginkan. Tapi tidak pula berani mengiyakan sesuatu yang sangat diharapkan. Aku, seandainya diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu dan mengubahnya, aku ingin mengatakan pada diriku di masa lalu untuk berhenti melarikan diri dan bersembunyi. Aku ingin mengatakan pada kedua orangtuaku, I’m sorry mom, dad, I’m not a good girl. I don’t deserve to be loved. Tidak harus berzodiak Taurus untuk menjadi seorang keras kepala. Tidak harus bergolongan darah O untuk menjadi seorang yang ramah dan supel. Iri. Pendengki. Egois. Anti-kritik. Ambisius. Menyedihkan. Manusia pada dasarnya memiliki sifat yang sama namun dengan proporsi yang berbeda tergantung dengan lingkungan tempatnya dibesar...

no, you're not alone

The problem is you wanna be alone, but you don’t wanna be lonely. Ada saat-saat dimana aku ingin menarik diri dari kehidupan sosial yang penuh dengan kepalsuan, lalu memilih menghabiskan waktu seorang diri. Bersenang-senang dengan dunia fantasiku sendiri lebih membahagiakan daripada harus mengenakan topeng dan berpura-pura ramah kepada semua orang. Tetapi di saat itu pula aku ingin ada seseorang yang mendekatiku dan bertanya, “ada apa?” “kamu kenapa? Sini cerita” kepadaku yang skeptis dan overthinker ini. Tentu saja aku tidak akan langsung serta-merta menceritakan semua yang mengganggu dan memenuhi pikiranku. Tentu saja pula aku akan menjawab “aku tidak apa-apa” kepada seseorang yang telah merelakan detik berharganya untuk bertanya bagaimana keadaanku. Ketika sekolah menengah pertama, aku mengenal seseorang. Selama tiga tahun berturut-turut kami ada di kelas yang sama. Aku bahkan menangis haru ketika upacara pelantikannya sebagai ketua OSIS saat itu. Aku mungkin s...

정신 차려!

Wah, I think I should stop watching romance dramas. They really made me sick. Why I told you this. This is because I just watched Korean dramas during quarantine days and wahhh, though I can slowly learn the Korean language, I became biased about real life and fiction. Sometimes I talked to myself in the middle of the night when I couldn’t sleep, “Nadia, you watched too many dramas. Get back down! 정신 차려!” I got confused about the meaning of life and love itself. Somewhile, I think I don’t wanna get married. Why should I spend the rest of my life only with just one person? Shared home, bed, sad, happiness, and stuff like that. Why should I? I hate that. I just wanna be like a bird. Live freely. I’m not a tree, I can move somewhere if I’m feeling kinda uncomfortable. No, that’s not I don’t love him or something like that. I'm not ready yet, I’m just afraid….상처를 받거나 다른 사람을 다치게 할까봐, 두려워 Lately, I have watched old Korean dramas, first was drama s...

miracle of music

Music lets us remember some memories in the past through some unknown ways. They could be bad or good memories. This is the reason why I love and hate music at the same time. Aku selalu bertanya-tanya, bagaimana caranya, kenapa bisa, dan kenapa musik selalu saja berhasil menuntun pendengarnya untuk kembali mengarungi ingatan di masa lalu. Jika orang bilang musik memiliki kekuatan dan keajaiban. Itu bukan mitos. Bukan legenda. Bukan cerita rakyat. Itu benar adanya. Karena begitu adanya, sama persis seperti yang sedang aku rasakan setiap aku mendengarkan musik-musik tertentu. 음악은 우리를 과거로 되돌릴 수 있는게 참 신기하지? I started to love some musicians due to some particular reasons. And in this post, I’ll tell you what kind of reasons they are. Boleh dibilang, pertama kali aku benar-benar merasakan betapa besar dan luasnya dunia ini adalah aku menginjak masa sekolah menengah pertama, kalau tidak salah itu sekitar tahun 2008 – 2009. Ada teman sekelasku, namanya Amalia. Dia penggila m...

2020: kuarter pertama

Aku akan meresume apa saya yang terjadi dalam empat bulan pertama di tahun 2020 ini. Ada begitu banyak yang terjadi, sehingga mungkin tidak akan dapat semua aku ceritakan, karena satu dua hal mungkin akan terlewatkan, karena aku terlalu terfokus pada beberapa highlight saja. Satu hal yang perlu ditekankan adalah aku sangat ingin menulis, setidaknya satu bulan satu kali, tapi ternyata aku tidak bisa menyempatkan waktu untuk menuangkan isi pikiranku, bahkan jika itu hanya dalam tiga hingga empat kalimat saja. Ada begitu banyak yang harus aku lakukan, ada begitu banyak yang harus pikirkan, sehingga duduk di depan laptop untuk menulis seperti ini adalah sebuah kesulitan untukku. Aku hanya merenungkan isi pikiranku ketika sedang melamun di bawah siraman air ketika sedang mandi, atau malam hari ketika akan tidur, dan semua pikiran itu akan menghilang menguap terlupakan seiring dengan tarikan hembusan nafas yang aku ambil. “네 가 바라는 대로 이루어질 거야 ” . Jinyoung berkata seperti ini untuk Jac...

ingin berhenti

Tulisan pertama di tahun 2020 berisikan tentang luapan amarah yang tidak pernah tersampaikan kepada yang bersangkutan,  tentang harapan yang entah kapan akan terwujudkan,  tentang keputusasaan dan ketidakpercayaan diri yang terakumulasi dengan sangat baik. Aku marah kepada dunia.  Aku marah kepada diriku sendiri. Kenapa sih manusia selalu SARA. Lemah lalu menyalahkan gender. Umur lantas menentukan bagaimana bersikap. Dan lain-lain.. Kalau lemah, ya lemah aja. Jangan bawa-bawa “aku kan cewek” untuk membenarkan ketidakberdayaan. Kalau memang enggan, ya bilang tidak mau, jangan bawa-bawa “bukan umurku melakukan ini”. Kalau tidak tahu diri, ya jangan bawa-bawa “aku sudah tua, kamu harus menghormati dan menurutiku. Aku berhak memerintahmu” untuk membenarkan kesemena-menaan. Kalau tidak tahu malu, ya jangan bawa-bawa "Aku kan bukan orang jawa" untuk memenuhi keegoisan. Ada batasannya. Garis batas yang begitu tipis. Aku pernah berjanji aku akan berhenti ...

thank you, 2019

2019 will come to an end soon. 12 月だね。年末。 Ketika membicarakan tentang pencapaian apa saja yang telah aku raih tahun ini, aku mengingat resolusi 2019 yang pernah aku tulisan dan tempelkan di dinding kamar. Supaya semua orang membacanya, semua orang mendoakan dan turut mengamininya. 1# Mengupgrade akun Spotify menjadi akun premium. Ini sangat simple dan sederhana tapi perlu perjuangan karena setiap bulan aku harus membayar tagihan berlangganan sebagai ganti tidak perlu mendengarkan iklan dan bisa mendengarkan lagu secara offline. Tidak apa-apa, anggap saja sedikit sacrifice untuk satu langkah menuju hidup tanpa iklan. #2 Lulus sebelum umur 23 tahun. Oke ini agak terlewat 15 hari. Jadi aku lulus di umur 23 tahun 15 hari. Tidak cumlaude, tidak apa-apa. Yang penting aku sudah menyelesaikan tugas dan kewajibanku sebagai seorang mahasiswa. Selamat telah menjadi sarjana.  卒業おめでとう、自分。 3# Mengikuti TOEFL iBT atau yang setara. 4# Belajar bahasa jepang sampai dengan N3. B...