Kadang aku suka merasa malu kalau orang tahu aku kerja di Jepang. Soalnya, entah kenapa, ketika mendengar seseorang kerja di luar negeri—apalagi di Jepang—orang sering langsung punya bayangan tertentu: kerja kasar, kerja pabrik, TKI, kerja tidak stabil, dan semacamnya. Aku yang kolot ini selalu punya pemikiran bahwa pergi ke luar negeri itu lebih baik untuk sekolah, karena sekolah di luar negeri terasa lebih keren. Lebih bergengsi. Lebih layak dibanggakan. Walaupun kadang kalau ditanya kerja apa, aku suka bercanda dengan menjawab, “TKI.” Benar. Secara harfiah, aku juga seorang TKI. Tapi tetap saja, ada bagian dari diriku yang merasa, “Aku nggak mau dipandang seperti itu.” Lucunya, aku juga sadar kalau aku sendiri punya pandangan yang nggak jauh berbeda. Kalau ketemu orang Indonesia—walaupun jarang, karena aku memang suka bodo amat sama orang yang tidak dikenal—atau orang asing lain yang bekerja di pabrik, terutama y...