Rasanya baru kemarin aku bersorak kegirangan saat membuka website snmptn 2014 karena diterima di kampus pilihanku. Iya, 2014. Dua belas tahun yang lalu. Aku yang saat itu baru saja menginjak umur 18 tahun, tidak akan pernah menyangka, dalam satu dekade ke depan, setelah lulus pascasarjana, aku akan bekerja di salah satu perusahaan di Jepang. Dalam 12 tahun itu, ada begitu banyak hal yang terjadi. Hahaha. Diterpa pahitnya kenyataan dan penolakan dunia, ternyata membuat aku ketakutan dan menarik diri dari kehidupan sosial. Aku secara sadar mulai berusaha menghapus jejak dari dunia—pelan-pelan, sedikit demi sedikit, sampai rasanya lebih aman untuk tidak terlihat sama sekali. Seperti tidak ingin memberi dunia terlalu banyak kesempatan untuk menyentuh, apalagi menyakitiku lagi. Kudapati diriku tidak bisa lagi menulis sebebas 12 tahun yang lalu. Percayalah, aku sudah berulang kali berusaha untuk menulis lagi. Tapi buntu. Satu paragraf pun tidak mampu. Selalu berhenti dan ...
Ceritanya aku habis selesai nonton drama korea. Drama comeback Jang Kiyong setelah wajib militer. Drama 12 episode tentang satu keluarga yang punya kekuatan super, yang walaupun kekuatan yang mereka miliki nggak bikin mereka jadi superhero karena mereka merahasiakannya dan cuman menggunakan kekuatannya buat kepentingannya pribadi, bukan untuk kepentingan orang banyak. Judulnya the atypical family (히어로는 아닙니다만), tayang di netflix. Di dalam drama ini, Kiyong dapet peran jadi Gwijoo, duda ganteng anak satu, yang walaupun pengangguran tapi kaya raya. Gwijoo punya kekuatan untuk time-slip ke masa lalu, ke masa-masa dimana dia merasa bahagia. Tapi, dia cuman bisa jadi penonton. Ngga bisa nyentuh apapun, ngga bisa dilihat siapapun, jadi nggak bisa mengintervensi apapun di timeline itu. Dunia yang dia kunjungi hitam-putih. Hanya dia yang berwarna. Such a useless superpower, he thought, makanya ketika dewasa dia jadi seorang pemadam kebakaran (walaupun ga berlangsung lama) saking pengennya jadi ...