Skip to main content

そして、生きる




di pagi buta ini aku kembali membaca tulisan yang aku buat pada bulan Desember tahun 2014.
dimana Rangga bilang, aku adalah anak yang gigih, karena selalu melakukan sesuatu yang disukai dengan 1000% usaha.



Rangga adalah awal. 

Pemilik Nirmala adalah proses. 

dan aku akan menentukan akhirnya.



Philip Dormer Stanhope, Earl of Chesterfield once said, 
"It's important to have the ability to distinguish between impossible and possible..."



melepaskan dan merelakan bukan berarti kegagalan. melepaskan dan merelakan juga bagian dari belajar. keberanian memang dibutuhkan untuk tetap bertahan. hanya orang-orang gigih dan penuh tekad yang mampu bertahan.


tapi keberanian juga dibutuhkan ketika merelakan dan bergerak maju. 



tidak mudah untuk memutuskan mengambil satu dua langkah ke depan dari tempat awal bertahan. terutama ketika ada begitu banyak perjuangan dan usaha yang dikerahkan untuk sampai di tempat itu.


ada kalanya kita harus menyadari kapan waktunya untuk bertahan dan kapan waktunya untuk menyerah. dan sekali lagi, tidak mudah untuk mengambil keputusan seperti itu. garis batasnya begitu tipis, sampai tidak bisa dibedakan.



maka dari itu, aku menganggap orang-orang yang merelakan adalah orang-orang yang hebat.







pagi buta ini, aku menulis email kepada Professor penanggung jawabku di universitas. kepadanya aku ceritakan keegoisanku yang terlalu terfokus pada sesuatu hal, sampai menutup mataku akan kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa jadi tersedia ketika aku membuka mata. karena alasan itu pula, dan atas dasar kepercayaanku akan adanya pintu-pintu, kesempatan-kesempatan, dan kemungkinan-kemungkinan lain yang nantinya akan terbuka, aku memutuskan merelakan beasiswa yang telah ditawarkan kepadaku.



aku kecewa. sangat. sangat. sangat. sangat kecewa. sejujurnya. berharap aku bisa berusaha sedikit lebih keras untuk memperjuangkannya sekali lagi.



tapi aku sudah memutuskan.




奨学金を提供していただきありがとうございますが、お断りします。何かに諦めることは勇気が必要ですよね〜
大丈夫、別のチャンス必ずあるから。
頑張ろう


bertahan itu sangat baik.
tapi ada kalanya menyerah merupakan jalan terbaik.



참 잘했어! 최선을 다했고, 지금은 놓을 시간이다

Comments

Popular posts from this blog

I am today because of the choices I made yesterday

Ceritanya aku habis selesai nonton drama korea. Drama comeback Jang Kiyong setelah wajib militer. Drama 12 episode tentang satu keluarga yang punya kekuatan super, yang walaupun kekuatan yang mereka miliki nggak bikin mereka jadi superhero karena mereka merahasiakannya dan cuman menggunakan kekuatannya buat kepentingannya pribadi, bukan untuk kepentingan orang banyak. Judulnya the atypical family (히어로는 아닙니다만), tayang di netflix. Di dalam drama ini, Kiyong dapet peran jadi Gwijoo, duda ganteng anak satu, yang walaupun pengangguran tapi kaya raya. Gwijoo punya kekuatan untuk time-slip ke masa lalu, ke masa-masa dimana dia merasa bahagia. Tapi, dia cuman bisa jadi penonton. Ngga bisa nyentuh apapun, ngga bisa dilihat siapapun, jadi nggak bisa mengintervensi apapun di timeline itu. Dunia yang dia kunjungi hitam-putih. Hanya dia yang berwarna. Such a useless superpower, he thought, makanya ketika dewasa dia jadi seorang pemadam kebakaran (walaupun ga berlangsung lama) saking pengennya jadi ...

(well) wrapped

시작이라는 걸 넌 믿을 수 있겠니?? 흔들리지 않게 걸어 나아갈 수 있을지?? sebenarnya sudah lama merencanakan untuk menulis lagi setelah sekian lama. keinginan itu ada, tapi dorongan untuk merealisasikannya itu yang agak berat ya. memang musuh utamaku adalah rasa malas. inti utama dari cerita kali ini adalah bagaimana aku berhasil dengan cukup baik melalui tahun 2022:  berhasil kembali ke Jepang, entah bagaimana berhasil bertahan hidup dengan berbagai bantuan, melewati pergantian tahun dengan bekerja paruh waktu, dan memulai awal tahun dengan pengamatan di laboratorium. berkali-kali aku bilang, bahwa my life is nothing but a comedy.  menyedihkan, tapi aku tertawa.  tidak menarik, tapi aku menikmatinya. aku akan flashback memori, semampu yang aku ingat, apa saja yang aku lalui tahun lalu. sekedar untuk mengingat bahwa aku sudah berusaha, tidak cukup bagus, tapi cukup baik. januari. tidak ingat. aku tidak ingat. apa ya yang aku lakukan? di rumah? membatasi bertemu orang-orang, bahkan dengan teman-temanku...

what lies ahead

우리가 언제는 믿을만한 구석이 있었니? Sejak tanggal 31 Desember kemarin, aku menemukan diriku bekerja sangat keras untuk menerjemahkan sebuah commentary video drama Happiness berdurasi 32 menit. 3 hari 2 malam aku mengerjakannya diiringi perasaan excited tiada henti. Well, sebenarnya juga aku sedang berupaya menahan diri untuk tidak menulis essay tentang Happiness. Setelah menyelesaikan tugas kuliah lebih awal untuk winter vacation, aku pikir aku berhak untuk me-refresh pikiranku. Perasaanku yang sudah membucah meluap-luap membuatku secara random memutuskan untuk, "apa aku sub video aja Happiness ya?". 12月31日 (金)午後4時 Aku mengatakan ingin menerjemahkan video commentary tapi takut kena copyright. 12月31日 (金)午後6時 Aku sudah di depan laptop, serius menerjemahkan video yang tadinya aku tahan untuk tidak aku terjemahkan. Aku selalu menemukan diriku tidak bisa, atau boleh dibilang, sulit untuk dihentikan, ketika aku sudah mempunyai ketertarikan tertentu. I'll said, " control yourself, lower...